Senin, 23 Februari 2015

Menggunakan Argumen If dan Else dalam PHP

Hello guys, udah lama ga posting nih.. kali ini saya akan menjelaskan bagaimana menggunakan Argumen If dan Else dalam PHP. Argumen If dan Else sangat sering digunakan oleh para programmer php, alasannya mudah dan sederhana. Penggunaan argumen ini biasanya untuk membandingkan suatu kondisi, atau membandingkan suatu nilai.

Dalam dunia nyata, argumen if else seperti pengandaian. Contohnya :
Jika cuaca cerah, maka saya akan berangkat kuliah.
Ini berarti dimana "jika cuaca cerah" itu adalah nilai atau kondisi dan "maka saya akan berangkat kuliah" ini di sebut dengan pernyataan atau statement dalam php. mudah bukan?? tentunya!

Cara penulisan argumen if dalam php :


if kriteria{
	pernyataan;
}

Mati kita implementasikan. Buat sebuah file bernama latihanif.php. dan simpan di c:\xampp\htdocs\latihan, kemudian ketikkan kode di bawah ini :


<?php

$cuaca = "cerah";

if ($cuaca=="cerah"){
	echo "saya akan berangkat sekolah";
}

?>

Lihat hasilnya di browser dan akan tampil :
saya akan berangkat sekolah
 Mari kita bahas.. pada baris kode urutan ke 3 ada kode :


$cuaca = "cerah";

Tanda '==' merupakan operator pembandingan, yang membandingkan isi variabel $cuaca dengan nilai "cerah". Jika benar maka akan ditampilkan pernyataan di bawahnya.

Menggunakan Argumen If dan Else Secara Bersamaan.

Argumen if dan else apabila digunakan secara bersamaan maka akan dapat menghasilkan dua statement. Jika if itu hanya dapat menghasilkan satu statement saja, maka if dan else akan menghasilkan 2 opsi statement pada satu kondisi. Dalam kehidupan nyata jika anda mengalami suatu  kondisi maka akan terdapat beberapa opsi, contoh nyatanya adalah sebagai berikut:
Jika cuaca cerah maka saya akan berangkat sekolah, jika tidak, maka saya akan membuat mie.
dan apabila diaplikasikan ke dalam php kodenya sebagai berikut :


<?php 

$cuaca = "mendung";

if($cuaca == "cerah"){
	echo "saya akan berangkat sekolah";
} else {
	echo "saya akan membuat mie";
}

?>

Hasilnya adalah ..
Saya akan membuat mie
 Oke mudah kan? sekian pembahasan mengenai argumen if dan else. see you! <3

Rabu, 04 Februari 2015

Berkenalan dengan Twitter Bootstrap


Twitter Bootstrap adalah kode yang paling banyak di unduh di github. Kenalan yuk, jangan sampai kita nggak kenal sama toolkit yang  dikembangkan oleh Twitter ini.
Belum tau Framework Twitter Bootstrap? Mari berkenalan dengan Twitter Bootstrap!

Bootstrap adalah sebuah framework yang dapat menyelesaikan  permasalahan dalam mendesain web. Slogan dari framework ini adalah “Sleek, intuitive, and powerful front-end framework for faster and easier web  development”, yang berarti kita dapat mendesain sebuah website dengan lebih rapi, cepat dan mudah. Selain itu Bootstrap juga responsive terhadap banyak platform, artinya tampilan halaman website yang menggunakan Bootstrap ini akan tampak tetap rapi, baik versi mobile maupun desktop.

Saat ini penggunaan Bootstrap sudah meluas di kalangan desainer  front-end  web, perkembangannya pun masih terus berlangsung hingga sekarang.  Penggunaannya pun tidak begitu rumit. Mudah, karna kita tinggal memanggil CSS  dan JS yang tersedia lalu menuliskan class-class nya di kodingan kita aja gan.
Bootstrap memiliki 12-column responsive grid, macam-macam  components, JavaScript plugins, typography, form controls, dan juga sebuah web-based Customizer untuk membuat Bootstrap agan sendiri. 

Agan tau twitter kan?  nah twitter juga menggunakan CSS frameworks ini  gan. Jadi kalo agan pengen punya tampilan yang “mahal” agan tinggal pake Bootstrap ini aja. Bootsrap bisa di unduh melalui situs ini gan Bootstrap.

Silahkan download Bootstrap di situs yang di atas, lalu extract di folder yang mudah dijangkau (agar mudah mencarinya). Berikut adalah struktur dari file Bootstrap :


Sebelumnya kita harus tau, apa ngaruhnya pake bootsrap atau nggak. Untuk itulah agan langsung praktekkin langkah ini aja ya. Oh ya, agar lebih efisien alangkah baiknya membuat sebuah folder dengan nama latihan, dan di dalamnya ada folder yang tadi di extract dari bootstrap.



Sekarang kita akan membedakan website yang memakai bootstrap dan yang tidak memakai bootstrap. Pertama kita akan buat yang tidak memakai bootstrap, buka text editor agan. Selanjutnya buat sebuah file bernama latihan.html dan isikan file tersebut dengan syntax di bawah ini :


<html>
 <head>
  <title>Web Tanpa Bootstrap</title>
 </head>
 <body>
  <h1>Hello, ini website tanpa bootstrap.</h1>

  <script src="http://code.jquery.com/jquery.js"></script>
 </body>
</html>

Lalu, save dan klik dua kali pada file tersebut. Maka hasilnya akan seperti berikut :


Sekarang buat file baru dengan nama index.html, kita akan membuat website dengan Bootstrap. Dan lihat perbedaannya. Ketikkan syntax di bawah :


<html>
 <head>
  <title>Website dengan Bootstrap</title>
  <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">

  <!--Bootstrap-->
  <link rel="stylesheet" type="text/css" href="css/bootstrap.min.css">
 </head>
 <body>
  <h1>Hello, website ini menggunakan Bootstrap</h1>

  <script src="http://code.jquery.com/jquery.js"></script>
  <script src="js/bootstrap-min.js"></script>
 </body>
</html>

Pada file diatas saya menambahkan tag-tag yang baru dari file yang sebelumnya. Pada tag meta, kodingan kita akan dibuat responsive. Dan kita juga telah memanggil file bootstrap.min.css dalam folder css di dalam folder bootstrap kita juga. Begitu juga dengan bootstrap.min.js yang
dipanggil dari folder js dalam folder bootstrap.

Lalu, simpan dan jalankan pada browser dan hasilnya seperti ini :



Apa yang beda? 
Tentu tulisannya akan mengikuti gaya bootstrap. Dan ini keren ! Ciyus miapah. Selamat gan, selamat masuk di dunia modern ala bootstrap !

Saya berharap agan sedikit banyak sudah mengenal HTML,CSS dan Javascript. Jadi penggunaan istilah-istilah dalam buku ini akan lebih agan mudah mengerti.

Oke sekian pengenalan mengenai Framework Bootstrap. See you later!

CodeIgniter 2.2.1 Rilis




Tanggal 22 Januari 2015 kemarin, James Parry sebagai project lead dari CodeIgniter mengumumkan telah rilisnya CodeIgniter versi 2.2.1. Perubahan umum yang terjadi di versi ini adalah perbaikan xss_clean() dan timezones di Date Helper. Sedangkan untuk versi 3.0 masih dalam tahap kandidat rilis. Jadi ada apa sajakah perubahan di versi 2.2.1 ini? berikut perubahannya:


  • Perbaikan bug (#3094) – CI_INPUT::clean_input_data() merusak session cookies yang terenkripsi
  • Perbaikan bug (#2268) – CI_Security::xss_clean() tidak berjalan dengan baik ketika mencocokkan dengan Javascript Events
  • Perbaikan bug (#3309) – CI_Security::xss_clean() penggunaan overly-invasive pattern untuk menghapus Javascript Event Handler
  • Perbaikan bug (#2771) – CI_Security::xss_clean() tidak dapat menangani HTML5 entities
  • Perbaikan bug (#73) – CI_Security::sanitize_filename() dapat dikelabui oleh serangan XSS
  • Perbaikan bug (#2681) – CI_Security::entity_decode() menggunakan PREG_REPLACE_EVAL flag, yang sudah deprecated sejak PHP 5.5
  • Perbaikan bug (#3302) – fungsi internal get_config() mengeluarkan pesan E_NOTICE
    di PHP 5.6
  • Perbaikan bug (#2508) – Config Library tidak mendeteksi dengan baik jika request saat ini adalah melalui HTTPS
  • Perbaikan bug (#3314) – method count_all() di SQLSRV database driver tidak melewatkan nama tabel yang diberikan
  • Perbaikan bug (#3404) – method escape_str() di MySQLi database driver memberikan fallback yang salah ke **mysql_escape_string() ketika tidak ada koneksi yang aktif
  • Perbaikan di Session Library ketika terjadi regenerasi session ID selama AJAX Requests


Pengumuman Rilis CodeIgniter 2.2.1
 

Selasa, 03 Februari 2015

Ketahui Jenis File Gambar yang Tepat untuk Web




Bagi seorang developer web yang juga berperan sebagai web desainer, gambar sudah menjadi hal wajib untuk dimasukkan ke dalam projeknya. Ada banyak format file untuk gambar dan juga dapat digunakan untuk ditampilkan pada web browser untuk keperluan website, namun apakah sudah tepat dalam memilih format file nya? Kali ini saya akan kupas mengenai format file apa yang tepat digunakan untuk website, apa saja kah itu? Berikut ulasannya.

GIF

 

Gif 


Format GIF dikembangkan oleh CompuServe Inc pada tahun 1987 dengan maksud agar dapat mentransfer gambar secara cepat melalui koneksi yang memiliki kecepatan rendah. Gif sendiri merupakan kependekan dari Graphic Interchange Format. Format ini memiliki ekstensi .gif dan untuk pengucapanya sendiri masih menjadi perdebatan publik antara “gif” atau “jif, namun sang pembuatnya, Steve Wilhite menyebutkan bahwa pengucapan yang benar adalah “jif”.

Untuk pewarnaan, format GIF mengenali hingga 256 warna (indexed color) dan menggunakan proses dithering yaitu proses mengkombinasikan 2 piksel warna menjadi satu warna untuk mengurangi jumlah warna yang digunakan sehingga dapat memperkecil ukuran file gambar yang dibuat. Format GIF mendukung warna transparan dan dapat memuat banyak frame gambar sehingga dapat digunakan untuk membuat gambar gerak (animasi). Ukuran file format GIF tergantung dari jumlah warna yang digunakan, semakin sedikit warna yang dipakai maka semakin kecil ukuran file nya.


File GIF ini sangat cocok untuk gambar dengan sedikit warna seperti ikon untuk web ataupun clipart. Karena kemampuanya dapat menyimpan banyak frame dalam satu gambar, format ini cocok digunakan untuk animasi. Dan ukuran file yang bergantung pada jumlah warna yang terpakai, maka format ini juga sangat cocok untuk gambar yang simpel dalam hal pewarnaan, misalnya untuk gambar garis pembatas, border, dan lain sebagainya.

JPEG 

 


Format file ini memiliki ekstensi .jpeg atau .jpg. JPEG merupakan kependekan dari Joint Photographic Expert Group dan mulai dikembangkan pada tahun 1986. Cara pengucapan JPEG adalah “jay-peg” bukanya “jepeg” yang sering kita ucapkan. JPEG mendukung hingga 1 juta warna, sehingga dapat menyimpan gambar dalam format true color (24-bit). Meskipun dapat menyimpan sampai dengan 16 juta warna, JPEG dapat memiliki ukuran file yang sangat kecil karena format ini menggunakan teknik kompresi yang sangat komprehensif. 

Karena kemampuan kompresi nya yang tinggi ini, format ini sangat cocok untuk menyimpan gambar-gambar fotografi. Meskipun kompresi gambar JPEG sangatlah efisien dan selalu menyimpan gambar dalam kategori warna true color (24 bit), format ini bersifat lossy, yang berarti bahwa kualitas gambar dikorbankan bila tingkat kompresi yang dipilih semakin tinggi. JPEG sendiri kompatibel dengan platform Windows dan Mac serta dengan kompatibel dengan banyak aplikasi web browser ataupun image editor.

Format JPEG ini akan sangat cocok untuk gambar diam, fotografi dengan gambar realistik, gambar dengan pewarnaan yang kompleks, dan gambar yang memiliki perubahan warna dari gelap ke terang secara detail.

PNG

 



PNG (diucapkan “ping” atau “pi en ji“) mulai dikembangkan pada pertengahan 90-an sebagai alternatif format GIF dan JPEG tetapi masih memiliki keunggulan dari kedua format tersebut. PNG merupakan kependekan dari Portable Network Graphic dan memiliki ekstensi .png. PNG memiliki 2 bentuk yaitu PNG-8 dan PNG-24. PNG-8 memiliki kesamaan sifat seperti GIF, yaitu mendukung hanya 256 warna (indexed color) serta mendukung transparansi 1-bit. Namun terkadang format PNG-8 ini memiliki ukuran file yang lebih kecil dibandingkan dengan GIF.

Kemudian PNG-24, format ini memiliki kesamaan dengan JPEG yaitu mendukung pewarnaan hingga 24-bit (true color) dimana memiliki kedalaman warna hingga 16 juta warna. Perbedaan dengan JPEG adalah PNG menggunakan kompresi loosless, artinya gambar yang dihasilkan memiliki kualitas yang luarbiasa namun ukuran file yang lebih besar dibanding JPEG. Baik PNG-8 ataupun PNG-24 mendukung transparansi dimana tingkat transparansi nya dapat diatur dari mulai gelap (pekat) hingga transparan atau dapat disebut juga alpha channel. Format PNG dapat dipakai di berbagai platform dan browser ataupun aplikasi pengolah gambar, namun untuk beberapa browser jadul akan mendapati masalah dalam menampilkan PNG karena browser tersebut belum mendukung alpha channel.

Format PNG akan sangat cocok digunakan untuk gambar logo pada website yang terkadang dibutuhkan tranparansi/alpha channel. Selain itu PNG juga cocok untuk gambar fotografi berkualitas tinggi dimana ukuran file tidak menjadi pertimbangan.

Dengan menggunakan format gambar yang bervariasi dan sesuai dengan penggunaanya, tentu saja akan berpengaruh pada ukuran file gambar sehingga space pada hosting web pun dapat dihemat selain itu waktu loading pun dapat di efektifkan.





luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com